Kamis, 24 Januari 2013

Poya Lisa Island

Rasakan sensasi berada di pulau pribadi dimana keindahan alam dan kehangatan orang-orang lokal di sekitarnya akan menjadi kenangan yang menghangatkan hati bahkan setelah Anda meninggalkan surga kecil bernama Pulau Poya Lisa.

Siapa bilang pulau-pulau yang mungkin tidak tertera di peta tidak dapat menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi? Pulau terpencil nan eksotis dan jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota dapat saja menjadi sebuah tempat liburan dan relaksasi yang sempurna. Salah satu pulau terpencil itu bernama Pulau Poya Lisa.

Pulau Poya Lisa: Surga Kecil yang Tidak Tertera di Peta Pulau ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean di Sulawesi Tengah yang  dapat ditempuh sekira 10 menit menggunakan kapal motor dari Bomba. Meski terbilang kecil dan jarang disebut-sebut di peta wisata kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean namun Pulau Poya Lisa menyimpan pesona tersendiri yang berkesan di hati setiap orang yang pernah menyambanginya.

Sebagian besar wisatawan, tak terkecuali wisatawan mancanegara memuji-muji keindahan pulau ini berikut pelayanan serta keramahan pengelola cottage Poya Lisa. Hamparan laut luas berwarna biru turquoise dan sebening kristal sungguh sebuah pemandangan luar biasa cantik yang akan membuat Anda terkagum-kagum. Terumbu karang yang cantik dan alami di sekitar lepas pantai pulau ini juga pantas dijelajahi dengan snorkeling. Setibanya di pulau kecil yang luasnya hanya 5 hektar ini, hamparan pasir yang berkilau tertimpa Matahari akan menyambut Anda. Sambutan menjadi lebih lengkap dengan keramahan pihak pengelola cottage yang siap melayani kebutuhan tamunya, mulai dari makan, air bersih (tawar) yang diambil dari pulau terdekat, pelayanan berkeliling dengan perahu, laundry yang harganya tidak ditetapkan.

Pulau Poya Lisa: Surga Kecil yang Tidak Tertera di Peta Pulau ini dimiliki dan dikelola Bapak Ismail, seorang mantri kesehatan di Bomba. Ya, pulau ini adalah pulau milik pribadi! Bapak Ismail mengelola pulau ini bersama-sama sanak saudaranya sejak belasan tahun lalu. Konon nama pulau ini dulunya hanyalah Pulau Poya. Poya adalah nama orang yang pertama kali menanam pohon kelapa di pulau ini dan sekaligus hal tersebut menjadikannya sebagai pemilik pulau. Pak Ismail kemudian membeli pulau ini dari keturunan Poya yang mewarisinya. Menurut Pak Ismail sendiri, nama Lisa ditambahkan dari nama seorang perempuan berkebangsaan Jerman yang pernah datang sendirian dan menghabiskan waktunya selama sebulan di pulau ini. Ia meminta Pak Ismail mengabadikan namanya di pulau ini maka jadilah surga kecil nan terpencil ini bernama panjang Poya Lisa.

Percayalah bahkan dari kejauhan, sebelum Anda menginjakkan kaki di pulau ini, Anda kemungkinan besar sudah jatuh cinta pada segala daya tariknya. Keramahan penduduk lokal yang mengelola 4 buah cottage di pulau tak berpenghuni ini akan pula menjadi kenangan yang menghangatkan hati. Makanan khas laut yang disajikan oleh pengelola cottage pun sudah menjadi buah bibir di kalangan wisatawan karena rasanya sungguh memanjakan lidah.

sumber :


LOMBOK

Lombok
Dengan pantai-pantai yang indah nan ajaib, Gunung Agung Rinjani dan kehidupan laut spektakuler yang menarik untuk dijelajah, pulau lombok di Nusa Tenggara Barat memiliki banyak destinasi wisata baik di darat maupun di laut. Tidak heran jika Lombok adalah destinasi terpopuler di Nusa Tenggara Barat.
Berkunjunglah ke sini untuk berselancar merasakan ombak besar di pesisir selatan. Tantang nyali Anda dengan mendaki puncak gunung vulkanik. Sewalah sepeda dan sepeda motor untuk berkeliling di sepanjang jalanan ladang padi. Dimana saja Anda ingin meghabiskan waktu, Anda tidak akan kecewa dengan kecantikan alam yang spektakuler di sini.
Lombok Resor terbesar di sini adalah Senggigi, kota pelabuhan yang berada di pesisir pelabuhan yang menyediakan pemandangan matahari tenggelam berwarna emas yang luar biasa di Bali. Pemandangan sunset yang luar bisa ini sangat tepat dinikmati dengan secangkir minuman yang tersedia di restoran depan laut.
Pengunjung lain di Lombok memilih untuk menghabiskan waktu mereka di pulau Gili-gili, pulau tropis yang terpencil dengan pantai-pantai yang luar biasa indahnya dan lingkungan sekitar yang mewah.
Penduduk asli lombok adalah Sasak, Lombok juga rumah bagi umat Hindu Bali dan juga sejumlah orang Cina, Jawa, Bugis dan Arab.
Sejumlah orang Sasak menganut kepercayaan Islam Wektu Telu yang didefinisikann sebagai “Islam tiga waktu” merujuk pada  salat mereka yang 3 kali sehari dan berbeda dengan  umat Islam yang salat 5 kali sehari. Wektu Telu adalah agama yang unik yang menggabungkan tradisi dan kepercayaan Islam kuno, kepercayaan ini hanya ditemukan di Lombok Utara. Mereka yang menjalani keyakinan ini adalah penganut agama Islam tapi sekaligus menjalani ritual-ritual tradisional. Contohnya seperti upacara Nyiu yang diadakan setelah seratus hari seseorang meninggal. Keluarga orang yang meninggal mempersembahkan seperti pakaian, sikat gigi dan makanan sehingga orang yang sudah meninggal akan tenang dalam surga.
Festival Agama lainnya diperingati pada awal musim hujan (Oktober-Desember) atau musim panen (April-Mei) dengan selebrasi di desa-desa di seluruh pulau.
Budaya Sasak sangat penting untuk kekuatan dan keahlian fisik dan banyak adat lokal mereflesika kebudayaan ini. Peresehan adalah salah satu tradisi lokal yang menggabungkan pertarungan antara dua pria yang menggunakan rotan panjang dan perisai kecil berbentuk bujung sangkar dari kulit sapi.
Musik dan tarian sangat penting dalam budaya Sasak. Tarian tradisional ditarikan selama upacara-upacara penting. Tarian ini berasal dari tari perang, seperti Gendang Beleq (drum besar) sampai Cupak Gerantang yang populer yang menceritakan kisah cinta dan romansa.
Untuk Informasi lebih lanjut kunjungi:  www.visitlomboksumbawa.net

sumber:


The Beautiful Bunaken

Bunaken: Kehidupan Bawah Laut yang Menakjubkan

Pernahkah Anda  membayangkan menjadi putri duyung? Berenang bersama penghuni laut, bergerak mengikuti irama ombak? Di Taman Laut Bunaken  Anda akan menemukan “putri duyung” yang sebenarnya sekaligus melihat kekayaan laut Indonesia.  
Bunaken berada di Teluk Manado dengan luas 8,08 km², terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Bunaken merupakan bagian dari pemerintahan kota Manado, ibu kota Sulawesi Utara. Taman laut di sekitar Bunaken adalah bagian dari Taman Nasional yang juga termasuk laut sekitar pulau Manado Tua yaitu Siladen dan Mantehage.
Di dalam Taman Laut Bunaken, pengunjung dapat melihat berbagai kehidupan laut yang menakjubkan penuh warna-warni. Untuk mencapai taman laut ini, Anda dapat menggunakan perahu motor. Perjalanan dari Manado memakan waktu sekitar 40 menit. Biaya masuk adalah Rp 25.000,00/orang.
Bunaken: Kehidupan Bawah Laut yang MenakjubkanPerairan Laut Bunaken memungkinkan orang dapat dengan jelas melihat berbagai biota laut. Ada 13 jenis terumbu karang di taman laut ini yang didominasi oleh bebatuan laut. Pemandangan yang paling menarik adalah terumbu karang terjal vertikal yang menjulang ke bawah sedalam 25-50 meter.
Manjakan mata Anda dengan 91 jenis ikan yang ada di Taman Laut Bunaken, diantaranya merupakan ikan kuda gusimi lokal (Hippocampus), koi putih (Seriola rivoliana), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira), goropa (spilotocepsep hinephelus dan hypselosoma Pseudanthias), nila gasi (Scolopsis bilineatus), dan lain-lain.
Penyelam juga bisa menemukan moluska seperti kima raksasa (Tridacna gigas), ikan kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus (Nautilus pompillius), dan tunikates atau askidian.
Bagi Anda yang menyukai scuba diving maka tempat ini merupakan tempat yang paling baik. Terdapat sekitar 20 titik penyelaman, dimana para penyelam akan mendapat kesempatan berenang di dasar laut dengan beragam biota laut yang menakjubkan.
Pastikan Anda megunjungi Bunaken selama waktu terbaiknya yaitu antara bulan Mei hingga Agustus. Di bulan inilah Anda bisa menjelajahi keseluruhan taman laut yang indah ini.

sumber :

Wonderful Indonesia - Gunung Bromo

Gunung Bromo: Matahari Terbit, Lautan Pasir, Berkuda, dan Secangkir Minuman Hangat

Jangan katakan Anda pernah ke Jawa Timur bila belum menapakkan kaki di gunung api yang indah ini. Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki keunikan dengan pasir laut seluas 5.250 hektar di ketinggian 2392 m dpl. Anda dapat berkuda dan mendaki Gunung Bromo melalui tangga dan melihat Matahari terbit. Lihatlah bagaimana pesona Matahari yang menawan saat terbit dan terbenamnya akan menjadi pengalaman pribadi yang mendalam saat Anda melihatnya secara langsung.


Gunung Bromo berasal dari kata Brahma (salah seorang Dewa agama Hindu). Bromo merupakan gunung api yang masih aktif dan terkenal sebagai icon wisata Jawa Timur. Gunung ini tidak sebesar gunung api lainnya di Indonesia tetapi memiliki pemandangannya yang spektakuler dan dramatis. Keindahannya yang luar biasa membuat wisatawan yang mengunjunginya akan berdecak kagum.


Dari puncak Gunung Penanjakan di ketinggian 2.770 m, wisatawan dari seluruh dunia datang untuk melihat sunrise Gunung Bromo. Pemandangannya sungguh menakjubkan dan yang akan Anda dengar hanya suara jepretan kamera wisatawan saat menangkap momen yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Saat sunrise sangat luar biasa dimana Anda akan melihat latar depan Gunung Semeru yang mengeluarkan asap dari kejauhan dan matahari bersinar terang naik ke langit.   


Menikmati hamparan lautan pasir luasmenyaksikan kemegahan Gunung Semeru yang menjulang menggapai langit, serta menatap indahnya Matahari beranjak keluar dari peraduannya atau sebaliknya menikmati temaram senja dari punggung bukit Bromo adalah pengalaman yang takan terlupakan saat menyambangi Bromo. 


Gunung Bromo dihuni oleh masyarakat suku Tengger yang meyakini bahwa Gunung Bromo merupakan tempat dimana seorang pangeran mengorbankan hidup untuk keluarganya. Masyarakat di sini melakukan festival Yadnya Kasada atau Kasodo setahun sekali dengan mempersembahkan sayuran, ayam, dan uang yang dibuang ke dalam kawah gunung berapi untuk dipersembahkan kepada dewa.



sumber :

Rabu, 23 Januari 2013

Kue Beef Roll

Bahan²:

5-6 lembar daging (sapi) untuk beef (masukkan kedalam plastik folie atau alas dengan folie) dan pukul² dengan pukulan daging (jangan sampai tembus kedaging) supaya dagingnya agak tipis.

50g Olive hijau tanpa bijinya (cincang)

30g Almond (cincang)

1 Paprika merah

5-6 Bawang merah

3 siung bawang putih

400g tomat untuk Pizza atau yang kulitnya sudah dikupas.

200 ml Sherry kering, atau bumbu sayur jadi dari Royco atau Maggi.

Tepung terigu

2 sdm minyak goreng

Membuatnya:

1. Bawang merah potong persegi

2. bawang putih cincang

3. Paprika potong dadu

4. Olive, Almond, Paprika, campur dengan sebagian bawang merah dan bawang putih.

5. Beef mamerkan dan taburi merica.

6. campuran No.4 di-bagi² diatas daging lantas lipat daging samping kiri, kanan kira²1cm baru digulung dan ditusuk dengan tusuk gigi atau tusukan sate' yang sudah dipendekkan, celup ketepung.

7. Panaskan minyak dan goreng Beefnya sambil di bolak balik. Angkat.

8. Sisa Bawang M/P 1menit goreng dibekas gorengan daging tadi, masukkan daging, tomat, Sherry dan masak sambil dibolak balik dengan api sedang sampai matang.

9. keluarkan Dagingnya dan sausnya campur dengan merica, garam (hati² kalu pakai bumbu sayur, karena sudah rasa asin).

Kalau sausnya mau lebih halus, tapis saja.

Selamat makan.


sumber :